Kamis, 26 November 2009

Suatu sore ditepi pantai.

Suatu sore beberapa bulan yang lalu ...

"Sini, sini..kemarikan kayunya." Kamu berusaha mengambil paksa batang kayu yang sedang saya pakai untuk mengorek-ngorek pasir ditepi pantai.

"Yaaa..bentar. pinjem, pinjem." Katamu lagi saat saya sedang asik sendiri engga menggubrismu.

"Ih, orang lagi pake..sini balikin." Saya mendelik dan berusaha merebut kembali elemen paling penting yang sedang saya gunakan dalam proyek "membangun istana pasir".

Kamu memasang tampang jahil ala perampok-sukses-besar dan mulai menggores-gores diatas pasir yang separo basah. Menuliskan tulisan diatas itu.

"Apaan sih..malu ah." Muka saya memerah membacanya. Kamu tertawa lalu memandang saya. Saya balas memandangmu dengan wajah yang masih saja merah. Anak-anak yang sedang bermain air ditepian pantai itu memandangi kita dengan tatapan ingin tahu.

"Eits..eits..jangan dihapus." Katamu sambil merentangkan sebelah tangan ketika aku meloncat-loncat kearah tulisan itu. "Sebentar..sabar.." Lalu kamu mengeluarkan hape dan memotret hasil karya maha besarmu itu. Hahaha.

"Buat kenang-kenangan nanti.." Ucapmu sementara saya masih saja diam.

"Mana, lihat dong fotonya. Lihatt.." aku berjinjit ingin ikutan melihat hasil fotonya.

"Wah, bagus yaa.. hahaha. Kok ada pantulan warna oren gitu sih?" Tanyaku penasaran.

"Itu kan kena pantulan sunset." Jawabmu ringkas. Lalu gambarnya kamu close, hapenya kamu masukkan kembali kedalam saku. Saya tetap saja diam, agak malu..sambil memperhatikanmu.

Lalu kamu menoleh, memandang saya yang berdiri rapat disisimu. Dengan tatapan yang berbeda. Saya hanya mampu menyunggingkan senyum malu-malu. 

Wajahmu mendekat.

"Hei..jangan aneh-aneh disini. Hei.." akhirnya kesadaran ini saya dapatkan kembali. Wajahmu semakin dekat saja.

"hei..hei.." Kali ini saya grogi-ketakutan. Oh ya, malu luar biasa juga.

Lalu kamu tiba-tiba berpaling sambil tertawa.

"Hahahahaa..."

"Apaan sih ah.." Saya mendorongmu menjauh.

Lalu kamu menarik saya duduk diatas pasir.

"Ya sudah kalo gitu, aku merokok saja ya? Satu ajaaa..ya?" Ya..ya, dengan tatapan memelas-inosenmu, tentu saja.

Beuuuh.

Tau gitu. Lakukan saja. Daripada merokok.

Bwahahaha.

Nyebelin.

Itu.....beberapa bulan yang lalu. Tentu saja :) 

Dan saya tahu, saya menyayangi kamu sebesar kamu menyayangi saya. Dan semakin hari semakin bertambah. Kita janji begitu kan, ya?




11 komentar:

  1. cah ileh. pasangan yang lg berbahagia.

    BalasHapus
  2. cie..cie...cie...
    suit..suiit...
    asiknya yang lagi mojok
    hehehe...

    BalasHapus
  3. so sweet...
    so romantic....

    BalasHapus
  4. aw.. aw.. aw... saya komen sebagai warga yang ngontrak deh *serasa postingan milik berdua sih* :P

    "Tau gitu. Lakukan saja. Daripada merokok."

    huahahaha...

    BalasHapus
  5. Kenangan yang indah. Hati-hati lho, merokok di area umum bisa kena pasal. Jadi jangan biarkan dia merokok. :) Maksudnya biarkan dia.......(saya tidak ikutan ah,)

    BalasHapus
  6. rokok.. acup..

    pilih yg mana ya..
    ahhhaaa

    gini aja
    acup dulu sekali
    kelar itu baru rokok..
    gimana?
    setuja?

    :P

    BalasHapus
  7. kapan nih ke tahap selanjutnya? hehe..

    BalasHapus
  8. mendingan ciuman dulu kaliiii, baru rokok. hehehheehe..... :)

    Asyik yaaaa.. mojokan gini, sudah setahun tak kulakukan.. kangen juga. (T.T)

    BalasHapus
  9. cieeee ihiyyy , cuit cuit :D

    BalasHapus